Lang

Kios Toko Menurut Fiqh Zakat


Berbisnis tanpa diimbangi dengan tempat yang strategis, rasanya kurang begitu mantab. Kurang lebih begitulah yang dirasakan Raja’i, yang selama kurang lebih setahun menekuni dunia perdagangan. Demi kelancaran bisnisnya itu, akhirnya dia menyewa sebuah tempat yang lumayan setrategis. Dengan tempat yang baru tersebut, Raja’i merasa lega, sebab baru berjalan sebulan saja, dia sudah mendapatkan penghasilan yang diluar dugaan. Apakah tanah toko yang dibeli atau disewa dengan tujuan untuk tempat berdagang termasuk harta dagangan yang wajib untuk dizakati?
Jawab: Tidak wajib zakat.
Referensi:

&    الفقه الإسلامي الجزء 3 صحـ : 223
( أَوَّلاً مَعْنَى عُرُوْضِ التِّجَارَةِ ) الْعُرُوْضُ جَمْعُ عَرَضٍ (بِفَتْحَتَيْنِ) حِطَامُ الدُّنْيَا وَبِسُكُوْنِ الرَّاءِ هِيَ مَا عَدَا النَّقْدَيْنِ (الدَّرَاهِمِ الفِضِّيَّةِ وَالدَّنَانِيْرِ الذَّهَبِيَّةِ) مِنَ اْلأَمْتِعَةِ وَالْعَقَارَاتِ وَأَنْوَاعِ الْحَيَوَانِ وَالزُّرُوْعِ وَالثِّيَابِ وَنَحْوِ ذَلِكَ مِمَّا أُعِدَّ لِلتِّجَارَةِ وَيَدْخُلُ فِيْهَا عِنْدَ الْمَالِكِيَّةِ الْحُلِيُّ الَّذِي اتُّخِذَ لِلتِّجَارَةِ وَالْعَقَارُ الَّذِيْ يَتَّجِرُ فِيْهِ صَاحِبُهِ بِالْبَيْعِ وَالشِّرَاءِ حُكْمُهُ حُكْمُ السِّلَعِ التِّجَارِيَّةِ وَيُزَكَّى زَكَاةَ عُرُوْضِ التِّجَارَةِ أَمَّا الْعَقَارُ الَّذِيْ يَسْكُنُهُ صَاحِبُهُ أَوْ يَكُوْنُ مَقَرًّا لِعَمَلِهِ كَمَحَلٍ لِلتِّجَارَةِ وَمَكَانٍ لِلصَّنَاعَةِ فَلاَ زَكَاةَ فِيْهِ  اهـ

Foto Profil /r/

Ditulis oleh /r/

Jurnalis dan Kontributor setia untuk rubrik ini. Terus menyebarkan literasi islami yang mencerahkan bagi umat.